Pages

Teknik Pencahayaan dalam Photography Bag. 1

Oleh : Tigor Lubis
TPImage01

Sahabat BP yang berbahagia, setelah beberapa waktu yang lalu kami membahas tentang Trilogy Pemotretan (Teknik Dasar Pemotretan Bag.1), kini saatnya kita membahas tentang teknik pencahayaan pada pemotretan/fotografi.

Menurut kami pembentukan sebuah image tidak lebih dari permainan perbandingan. Perbandingan yang kita bicarakan disini adalah perbandingan cahaya pada sebuah frame yang akan kita rekam. Selanjutnya perbandingan inilah yang kemudian kita sebut sebagai pencahayaan.

Namun sebelumnya ada beberapa hal yang perlu kami jelaskan berkaitan dengan masalah pencahayaan ini, dengan maksud agar sahabat BP dapat memisahkan antara sistem perhitungan cahaya dan cara kamera mencari titik fokus.

TPImage02

Gambar diatas adalah 2 (dua) cara kebanyakan kamera digital saat ini dalam mengukur titik focus, dimana

TPImage03

Gambar diatas adalah 3 (tiga) cara kebanyakan kamera digital saat ini dalam mengukur cahaya, dimana

Untuk memudahkan proses belajar, mari kita mulai dari yang paling sederhana yaitu setting kamera anda pada Single Area AF untuk pilihan auto fokus dan Spot untuk pilihan metering.

Selanjutnya mari kita lihat view finder pada kamera kita

TPImage04

Seperti inilah kira-kira penampakan yang kita lihat pada view finder kamera kita, dimana

TPImage05

ini adalah area fokus dengan 5 pilihan titik fokus.
Diagram 1A

TPImage06

Dan ini adalah indikator dengan keterangan sbb.

  1. Indikator Fokus atau tidak fokus-nya objek anda.
  2. Pilihan sistem Metering pada setting kamera anda.
  3. Indikator Shutter Speed.
  4. Indikator Aperture.
  5. Indikator under/over.*)
  6. Indikator kompensasi.
  7. Indikator flash siap pakai.

*) keterangan tambahan, seperti inilah gambaran under/over pengukuran cahaya pada kamera
TPImage07

Photo dibawah ini merupakan gambaran yang terjadi pada hasil pemotretan anda

TPImage08TPImage09TPImage10
Pada contoh diatas, kami mengambil titik fokus dan titik pengukuran cahaya pada mata petani.

Penjelasan diatas adalah hal-hal yang perlu anda ketahui sebelum kita menginjak pada penjelasan selanjutnya. Perlu juga kami tambahkan bahwa bahasan yang akan kita bicarakan disini dengan menggunakan mode pencahayaan secara manual (perhatikan disini adalah pencahayaan manual bukan focusing manual! Focusing boleh anda gunakan secara auto focusing).

Mari kita masuk pada bahasan utama kita, yaitu pencahayaan dalam photography.
Seperti yang sebelumnya sudah kami katakan bahwa pencahayaan dalam photography ini adalah permainan perbandingan, maksudnya adalah perbandingan antara titik paling terang dan titik paling gelap yang masuk dalam frame photo anda. Selanjutnya mari kita lihat photo di bawah ini

TPImage11
(Perlu kami ingatkan kembali bahwa penggunaan mode pencahayaan adalah manual dengan sistem metering spot.)

Pada photo diatas bagian kiri biasa disebut dengan photo over, ini disebabkan karena jumlah cahaya terang lebih banyak dibandingkan jumlah cahaya redup. Tanpa mempedulikan intensitas cahaya pada titik lain, kami tentukan titik tengah pencahayaan pada punggung tangan objek. Ternyata intensitas cahaya pada latar belakang sangat kuat. Begitu tinggi intensitasnya hingga tidak dapat direkam oleh sensor kamera. Dan sebaliknya pada photo diatas bagian kanan biasa orang disebut dengan photo under dikarenakan cahaya redupnya lebih dominan dibandingkan cahaya terang. Tanpa mempedulikan intensitas cahaya pada titik lain, kami tentukan titik tengah pencahayaan pada latar belakang. Ternyata pada bagian belakang kepala objek intensitas cahayanya terlalu rendah. Begitu rendahnya hingga tidak terekam sensor.

Dalam hal ini ada batasan yang di buat oleh kamera saat perekaman gambar, yaitu batas intensitas tertinggi dan batas intensitas terendah. Dimana titik yang memiliki intensitas dibawah batas intensitas kamera akan menjadi hitam pekat (pure black) dan titik yang memiliki intensitas diatas batas tertinggi kamera akan menjadi putih total (pure white). Jadi dimanakah batas-batas tersebut pada kamera?
Hingga saat tulisan ini dibuat, kamera DSLR mengacu pada film analog yang hanya mampu menangkap cahaya tidak lebih dari 5 stop under dan 5 stop over, jadi total stop yang dapat di rekam oleh kamera adalah 11 stop. Dan di luar ini kamera tidak dapat menangkap detail apapun.
Untuk lebih jelasnya mari kita lihat diagram berikut

TPImage12

Seperti inilah tingkat kehitaman yang terekam pada kamera. Dimana zone 0 dan kebawah adalah hitam total dan zone X adalah putih total. Dan selanjutnya zone V adalah titik tengah atau biasa disebut dengan 18% grey. Dimana setiap zone mewakili 1 stop.

Jadi dengan kata lain setiap benda yang anda hitung pada light meter akan menjadi warna abu-abu seperti ini. Sebagai contoh, misalkan anda memotret dengan menggunakan ISO 100 dan Speed 1/60. Kemudian bila menurut perhitungan zone V terletak pada aperture f/8. Maka zone VI ada pada aperture f/5,6, dan zone III ada pada aperture f/16. Atau zone III ini juga dapat ditemukan pada settingan ISO 100, f/8 dan speed 1/250, dan seterusnya. Lalu apa perlunya kita mengetahui teori ini?. Disinilah permainan pencahayaan yang sesungguhnya. Marilah kita lihat gambar di bawah ini

TPImage13

Misalkan kita hendak memotret tingkah laku ke 3 anak ini di halaman rumahnya. Kondisi saat itu adalah siang hari dimana matahari sudah mulai condong di arah kanan belakang sang photografer. Permainan cahaya dimulai dari mencari titik dengan intensitas tertinggi pada frame kita. Sebagai contoh pada titik nomer 1 dimana tembok putih rumah tersebut terkena langsung sinar matahari. Kemudian cari titik dengan intensitas terendah pada frame kita. Sebagai contoh titik nomer 2 dimana hijaunya pohon tersebut yang terkena bayangan rumah. Karena fokus kita disini adalah muka anak maka kita hitung juga intensitas cahaya pada muka anak yaitu titik nomer 3. Maka didapatlah hasil sbb.

  1. ISO 100, aperture f/22 dan speed 1/1000.
  2. ISO 100, aperture f/2,8 dan speed 1/15.
  3. ISO 100, aperture f/5,6 dan speed 1/125.

Dari hasil perhitungan diatas, sudah dapat kita pastikan bahwa kita tidak mungkin menangkap detail dari kesuluruhan gambar tersebut. Karena perbedaan intensitas cahaya pada titik 1 dan titik 2 melibihi 11 stop yaitu f/22-f/16; f/16-f/11; f/11-f/8; f/8-f/5,6; f/5,6-f/4 dan f/4-f/2,8; adalah 6 stop. Selanjutnya 1/1000-1/500; 1/500-1/250; 1/250-1/125; 1/125-1/60; 1/60-1/30; dan 1/30-1/15; adalah 6 stop. Jadi total 12 stop dan bila kita lihat pada diagram 1.a dimana zone X dan zone 0 hanya memiliki 11 zone atau hanya dapat menampung 9 stop, dikarenakan 2 zone tidak memiliki detail.

 
Demikian semoga bermanfaat.
 
Tentang Penulis:
 
TigorLubis3Tigor Lubis
Professional Photorapher
tigorlubis@yahoo.com
+622193491747
+6287877970214
BB 2703439F
 

berlanjut »

By Admin on July 28, 2013 · Posted in Photography technique

Tags:

39 Comments on this post. Open here.

mas rip says:

sangat bermanfaat sekali buat saya yang baru saja beli kamera mas,hehe dan alkhamdulillah setelah membaca tutorial dasar mas bobby tentang tekhnik bokeh langsung bisa dan itu adalah hasil gambar yang paling saya sukai

Posted on July 29th, 2013

Admin says:

Waah…, selamat ya mas Rip, semoga dengan adanya kamera baru akan membuat sampeyan tambah sibuk berkarya di dunia photography :D
Semoga juga tutorial kami sangat berguna ya mas :P
Jangan lupa share photo2 karyanya untuk ByPhotoworks sebagian ya mas hehehe … :) Matur suwun :D Salam sejahtera :)

Posted on July 29th, 2013

jempot2 office says:

tips pencahayaannya cukup lengkap juga nih, meski saya belum punya kamera, tapi cukup tertatik untuk photo-photoan, jadi bisa untuk belajar photographi nih mas. makasih

Posted on July 31st, 2013

Admin says:

Hay sahabat Kurnia, terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya, mudah2an dapat berguna dan semakin tertarik dengan dunia photography :D
Salam sejahtera dan sukses selalu sahabatku :)

Posted on July 31st, 2013

Virlyz N says:

Waah makin ngetop nih tutorial photoworknya mas Pur…sangat bermanfaat

Posted on August 4th, 2013

Admin says:

Helow sahabatku mas Virlyz :P terima kasih kunjungan, apresiasi dan supportnya mas :D Salam sejahtera dan sukses selalu yaa :)

Posted on August 4th, 2013

Mas Hery says:

Udah lama ga main k’sini,,,, Semakin berbobot artikel yang dimuat yah….
Nambah ilmu lagi nih,,, heheee
makasihh mastahhh Photograferr :P ,,,
Salam sejahtera selalu sahabatku….

Posted on August 6th, 2013

Admin says:

Sama-sama mas Her, semoga dapat bermanfaat :P terima kasih juga atas kunjungan dan supportnya :D semoga tetap jaya dan sukses selalu mas :)

Posted on August 6th, 2013

yayu says:

waaaaaaaaaaah! keren, saya memang harus tahu ini…
hehe….

halo kak Bobby, apa kabar?
semoga sehat selalu

Posted on August 10th, 2013

Admin says:

Minal aidin wal faidzin adikku Yayu, semoga tetap sehat dan berbahagia selalu juga yaa :D terima kasih kunjungannya :)

Posted on August 10th, 2013

Mang Yono says:

saya baru tau ternyata begitu ya tekniknya…

Posted on August 14th, 2013

Virlyz N says:

Berkunjung lagi mas bobby, selamt idul fitri maaf lahir bathin

Posted on August 15th, 2013

Admin says:

Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir bathin mas Virlyz, terima kasih kunjungan ied-nya :D

Posted on August 15th, 2013

BlogS oF Hariyanto says:

masih suasana lebaran khan,
jadi nggak apa2 kan kalo aku mohon dimaaafkan lahir batin kalau aku ada salah dan khilaf selama ini,
back to zero again…sambil lirik kiri kanan nyari ketupat….salam :-)

Posted on August 16th, 2013

Admin says:

Hahaha…, amin :P Minal aidin wal faidzin mas Har :D sama2 saya juga mohon dimaafken lahir batin segala kesalahan yg disengaja maupun tidak :) semoga persahabatan kita semakin baik dan erat kedepan, amin. Thanks mas Har kunjungannya, salam sejahtera dan sukses selalu :D

Posted on August 16th, 2013

Produsen Becak Mini says:

Materi ini yang sedang dicari. Makasih banyak mas.

Posted on October 31st, 2013

Admin says:

Terima kasih kembali mas atas kunjungan dan supportnya. Salam sejahtera dan sukses selalu :D

Posted on October 31st, 2013

yOu says:

artikel yang membantu bagi pemula kaya ane..

Posted on November 1st, 2013

Admin says:

Terima kasih mas Wahyu atas kunjungan dan apresiasinya :D sukses selalu :)

Posted on November 1st, 2013

Riri Maysyuri says:

wawww keren bangeeettt, salam kenal

Posted on November 9th, 2013

Putri Sukoco says:

bagus banget pak,jadi menambah pengetahuan saya neh, salam kenal ya pak

Posted on November 9th, 2013

Admin says:

Terima kasih sahabat atas kunjungan dan apresiasinya, salam kenal kembali. Salam sukses selalu yaa :D

Posted on November 10th, 2013

Admin says:

Terima kasih sahabat, salam kenal kembali. Semoga sukses selalu :D

Posted on November 10th, 2013

penyuluh perikanan says:

wah ini artikel yang sangat bermanfaat sekali sobat, dengan membaca disini setidaknya saya sedikit tahu soal photograferdan menambah wawasan,
terima kasih sudah berbagi

Posted on November 21st, 2013

Admin says:

Terima kasih kembali sahabatku sudah berkunjung dan meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga dapat berguna sob :D
Salam sejahtera dan sukses selalu :)

Posted on November 21st, 2013

artiirhamna says:

Teknik pencahayaan itu penting, kadang sulit juga ngaturnya kalau udah suasana malam hari dan di dalam ruangan dengan kurangnya lighting, harus pandai-pandai :)

Posted on November 24th, 2013

Admin says:

Betul sob, pada kondisi seperti itu kita dituntut untuk lebih beruasaha keras dengan segala kemampuan untuk mendapatkan hasil photo yang baik. Terima kasih sahabatku atas kunjungan dan apresiasinya. Salam sukses selalu :D

Posted on November 24th, 2013

Download says:

mantap keren.

comment back nya ditunggu mas

Posted on December 7th, 2013

Admin says:

Terima kasih kunjungan dan supportnya sob :D

Posted on December 13th, 2013

fandhy says:

terimakasih infonya sahabat. kebetulan sekarang saya sedang belajar photography..

Posted on December 15th, 2013

Admin says:

Terima kasih kembali sahabatku, semoga dapat berguna dan bermanfaat. Salam sukses selalu sob :D

Posted on December 15th, 2013

Obat Sakit says:

sulit masalah pencahayaan di fotografi
sebaiknya pakai yang auto exposuresaja biar aman

Posted on December 21st, 2013

Admin says:

Untuk keadaan tertentu mungkin bisa mas dokter, tetapi dengan menggunakan teknik pencahayaan yang baik masalah pencahayaan dapat diatur sesuai yang diinginkan. Terima kasih kunjungan dan supportnya mas :D

Posted on December 21st, 2013

Mar Rip says:

review jenis lensa dong mas

Posted on February 14th, 2014

Admin says:

Sudah mas Rip.., coba lihat di [bo8by.com/blog/mengenal-jenis-lensa-kamera-dslr/]. Atau ketik aja “Jenis Lensa” di google.com. Suwun… :)

Posted on February 14th, 2014

info says:

ijin belajar um :)

Posted on December 7th, 2014

Admin says:

Monggo silaken.., semoga bermanfaat ya mas :D Suwun :)

Posted on December 7th, 2014

Musik Reggae indonesia says:

makasih ya om. ijin blajar

Posted on December 11th, 2014

Admin says:

Masama sahabatku, semoga bermanfaat yaa. Thanks :D

Posted on December 11th, 2014

Post a Comment

I am not a robot *