Social Media
Google+ Load...
Facebook Load...

Teknik dasar Pemotretan Bag. 2

Dasar-dasar pemahaman kamera DSLR
dan teknik dasar pemotretan/fotografi

images2x

Kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) saat ini memang tengah digandrungi para photographer, baik yang professional maupun sekedar hobi semata.
 
Kemunculan berbagai merek kamera DSLR memang cukup menggebrak dunia per-photography-an, banyak dari mereka yang beralih dari kamera SLR lamanya ke kamera DSLR. Hal tersebut terasa wajar karena kita semua tahu bahwa kamera DSLR memang memiliki kelebihan yang significant dibandingkan kamera-kamera SLR generasi sebelumnya.
 
Hal itu pula lah yang membuat harga kamera DSLR melambung cukup tinggi apalagi kamera DSLR untuk konsumsi para photographer professional. Jadi dengan memiliki kamera DSLR selain untuk meningkatkan prestasi namun juga dapat digunakan untuk meningkatkan prestise penggunanya.

Untuk itu marilah kita mulai :

Photography

Photography (fotografi) berasal dari kata Photo yang berarti cahaya dan Graphia yang berarti menulis /menggambar, sehingga photography (fotografi) dapat diartikan sebagai suatu teknik/cara menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut maka cahaya merupakan factor yang sangat penting/utama dalam memperoleh/menghasilkan sebuah gambar.

Dasar-dasar pemahaman kamera DSLR

Kamera DSLR merupakan kamera yang menggunakan  jendela bidik (View Finder) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.

1. Kamera

Berfungsi mengatur cahaya yang ditangkap Sensor Gambar (Image Censor). Untuk sistim pengaturan cahaya telah diterangkan secara lengkap pada artikel Trilogi Pemotretan.

Sedikit menambahkan keterangan tentang Trilogy Pemotretan mengenai Shutter Speed dan Aperture sbb :

 
Shutter Speed (Kecepatan Rana)
 

Yaitu kecepatan terbukanya jendela kamera, sehingga cahaya dapat masuk ke dalam Sensor Gambar (Image Censor). Satuan Shutter Speed adalah detik, dan sangat tergantung pada keadaan cahaya saat pengambilan gambar/pemotretan.

tp01

Contoh : untuk pengambilan gambar pada siang hari dengan cahaya yang terang, maka Shutter Speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, misalnya 1/500 detik. Sedangkan pengambilan gambar pada malam hari dengan cahaya yang lebih sedikit (redup), maka Shutter Speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, misalnya 1/5 detik. Hasil gambar (photo) pada pengambilan gambar di malam hari (cahaya redup) cenderung buram (blur), hal itu disebabkan oleh kecepatan Shutter Speed yang lebih lambat yang mengakibatkan pengambilan gambar cenderung terganggu oleh gerakan kamera akibat pergerakan tangan.

 
Aperture (Diafragma)
 
tp02

Yaitu istilah untuk bukaan lensa. Bila lensa diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray/gordyn nya yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Aperture dilambangkan dengan huruf f (foxtroth) dengan satuan sebagai berikut : f/1.2, f/1.4, f/1.8, f/2.0, f/2.8, f/3.5, f/4.0, dst.
Semakin kecil angka satuan Aperture (diafragma) maka akan semakin besar bukaan lensanya. Misalnya Aperture f/1.4 lebih besar bukaan lensanya dibandingkan dengan f/4.0. Jadi, hubungan antara Shutter Speed dan Aperture adalah bahwa semakin besar atuan Diafragma (Aperture) maka Kecepatan Rana (Shutter Speed) akan semakin cepat, demikian sebaliknya.

2. Mode Pengaturan
 
Setiap merek kamera mempunyai istilah masing–masing untuk mode pengaturannya.

Berikut contoh keterangan mode pengaturan untuk kamera Nikon D90 dan kamera Canon EOS 350D

Nikon D90 (Dengan 11 mode pengaturan)

ND90-001tp03

1. M = Full Manual

Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik Shutter Speed, Aperture, ISO, dsb.

2. A = Aperture Priority

Pada mode ini Aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun Shutter Speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai besar Aperture.

3. S = Shutter Speed Priority

Pada mode ini Shutter Speed dapat diatur sesuai kehendak, namun Aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai Shutter Speed.

3. P = Program

Pada mode ini baik Aperture maupun Shutter Speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat Exposure dapat diatur sesuai kehendak.

5. Auto

Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini Photographer tinggal tekan tombol Shutter saja.

6. Portrait

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait (photo manusia), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.

7. Landscape

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan photo pemandangan (landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.

8. Macro

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan photo macro (jarak dekat sehingga object tampak lebih besar), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.

9. Moving Object

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan object yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan object.

10. Night Portrait

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan photo portrait malam hari atau cahaya redup.

11. Night Landscape

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan photo pemandangan pada malam hari.

 

Canon EOS 350D (Dengan 12 mode pengaturan)

CanonEOS350Dtp04

1. A-DEP = Automatic Depth of Field

Pada mode ini, pengaturan fokus foreground dan background diatur secara otomatis oleh kamera sehingga lebih memungkinkan untuk menghasilkan photo yang tajam baik pada foreground maupun background.

2. M = Full Manual

Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik Shutter Speed, Aperture, ISO, dsb.

3. AV = Aperture Value Priority

Pada mode ini Aperture dapat diatur sesuai kehendak, namun Shutter Speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai besar Aperture.

4. TV = Time Value Priority

Pada mode ini Shutter Speed dapat diatur sesuai kehendak, namun Aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai Shutter Speed.

5. P = Program

Pada mode ini baik Aperture maupun Shutter Speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai kehendak.

6. Auto

Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini Photographer tinggal tekan tombol Shutter saja.

7. Portrait

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait (photo manusia), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.

8. Landscape

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan photo pemandangan (landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.

9. Macro

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan photo macro (jarak dekat sehingga object tampak lebih besar), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.

10. Moving Object

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan object yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan object.

11. Night Scene

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan photo pada malam hari.

12. No Flash

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun apabila pada mode auto lainnya built in flash akan otomatis pop up apabila cahaya dirasa kurang, pada mode ini built in flash tidak akan menyala sama sekali, sehingga Shutter Speed dan Aperture akan lebih berperan untuk mengimbangi kebutuhan cahaya.

Exposure (Pengaturan cahaya)

Hampir setiap kamera memiliki light meter yang berfungsi mendeteksi intensitas cahaya. Sebelum menekan tombol shutter, apabila menggunakan kamera pada mode manual ada baiknya memperhatikan exposure meter terlebih dahulu.
Tampak pada gambar di atas bar yang mengindikasikan exposure. Apabila ingin menghasilkan photo dengan cahaya yang baik, letakan bar pada posisi tengah (normal exposure), namun apabila menghasilkan photo yang lebih terang, geser bar ke arah tanda + (menjadi over exposure), dan sebaliknya, untuk hasil photo yang lebih gelap geser bar ke arah (menjadi under exposure)

Teknik dasar pemotretan

tp05
1. Depth of Field a.k.a. DOF
 

Depth of field atau sering disingkat menjadi DOF merupakan salah satu teknik pemotretan yang paling dasar. Setiap photo memiliki kedalaman (depth) yang terbagi atas foreground (depan) dan background (belakang). Fokus pada lensa kamera dapat dikendalikan atau diarahkan pada object tertentu. Pengendalian Depth of Field berguna untuk membatasi fokus pada photo dan lebih memberi kesan hidup pada photo.

 

Photo dibawah ini menunjukan DOF pendek dengan fokus pada foreground
tp06
 
Photo dibawah ini menunjukan DOF pendek dengan fokus pada background
tp07
 
Photo dibawah ini menunjukan DOF panjang/dalam, dengan fokus pada foreground dan background
tp08
 
Photo dibawah ini melihatkan contoh perbandingan hasil photo pada panjang fokal lensa dan diafragma yang berbeda
tp09

2. Freeze

tp10

Setelah memahami DOF yang berkaitan dengan aperture, kali ini akan dibahas tentang freeze, dimana sangat berkaitan erat dengan Shutter Speed. Photo freeze bertujuan untuk mengabadikan suatu moment dengan gerakan cepat sehingga dapat tertangkap oleh kamera sebagai gambar diam, seperti photo tetesan air, ledakan, atau photo ketika orang sedang melompat dan lain sebagainya. Yang paling utama dalam mendapatkan photo freeze adalah mengatur Shutter Speed secepat mungkin (misal 1/500 detik, 1/1000 detik, hingga 1/8000 detik). Karena tuntutan Shutter Speed yang cepat, maka tentunya cahaya yang dibutuhkan sangat banyak, maka dari itu biasanya photo freeze amatir lebih banyak dilakukan di ruang terbuka pada siang hari dimana cahaya matahari bersinar terang. Bukan tidak mungkin untuk memperoleh photo freeze pada malam hari atau cahaya yang minim, namun peralatan pendukung mutlak diperlukan seperti flash atau bahkan lampu studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula.

Pertanyaan yang sering ditanyakan/frequently asked question :

 

Tanya : Mengapa photo yang dihasilkan gelap?
Jawab : Karena cahaya yang ada kurang memadai, sehingga photo menjadi under exposure. Coba untuk naikan ISO agar Shutter Speed dapat menjadi lebih cepat.
Tanya : Mengapa masih tampak pergerakan atau gambar yang dihasilkan buram?
Jawab: Bisa jadi karena Shutter Speed kurang cepat mengimbangi kecepatan object, namun apabila buram bisa jadi juga karena fokus lensa tidak tepat jatuh pada object.

tp11

3. Movement

Berlawanan dengan photo freeze, photo movement bertujuan memperlihatkan pergerakan object dengan Shutter Speed yang rendah, sehingga pergerakan object dapat tampak pada hasil photo.

Shutter Speed yang digunakan cenderung rendah agar pergerakan object dapat terekam (misal 1/5 detik, 1 detik, dst), namun yang patut diperhatikan adalah kamera harus tetap dalam posisi statis agar background daripada object tetap fokus walaupun Shutter Speed lambat.

Pertanyaan yang sering ditanyakan/frequently asked question :

 

Tanya : Mengapa photo menjadi putih dan gambar tidak jelas?
Jawab : Cahaya pada saat pengambilan photo surplus, sehingga menjadi over exposure. Untuk mensiasatinya, perkecil bukaan lensa dengan menaikan Aperture.
Tanya : Mengapa photo menjadi buram semua?
Jawab : Karena kamera mengalami pergerakan pada saat shutter terbuka, sehingga gambar yang dihasilkan menjadi blur. Untuk menghindari hasil yang blur, gunakan tripod atau letakan kamera pada tempat yang statis dan stabil.

4. Panning

tp12

Photo panning mirip dengan metode photo movement, namun dalam photo panning gerakan object lebih ditampilkan melalui background yang bergerak. Prinsip dasar photo panning sama dengan photo movement, hanya saja pada saat pemotretan kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan object, sehingga object tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak.
 
Cara membuat photo panning :
Bidik sasaran bergerak (pada umumnya mobil), tekan tombol Shutter 1/2 agar fokus mengunci object, gerakan kamera mengikuti object seketat mungkin agar object tetap fokus, setelah dirasa gerakan kamera sudah mengimbangi gerakan object, tekan tombol shutter penuh dengan kamera yang tetap bergerak mengikuti object.

Pertanyaan yang sering ditanyakan/frequently asked question :

 

Tanya : Mengapa photo buram semua?

Jawab : Bisa jadi karena gerakan kamera tidak sesuai dengan gerakan object. Cobalah percepat Shutter Speed dan coba untuk mengikuti gerakan object seketat mungkin.

Tanya : Mengapa photo fokus semua?

Jawab : Bisa jadi karena Shutter Speed terlalu cepat dan atau kamera kurang digerakan pada saat pemotretan

tp13

5. Bulb

Photo bulb dapat diperoleh melalui mode manual dengan mengatur Shutter Speed pada setting paling lambat (BULB), dimana shutter akan terus terbuka selama tombol ditekan dan akan menutup kembali pada saat tombol dilepas. Yang patut diperhatikan pada photo bulb adalah posisi kamera yang mutlak harus statis, maka gunakanlah tripod untuk menghasilkan photo bulb.

 

(Courtesy of www.youtube.com)

Artikel serupa mengenai Cara Setting Auto Focus dapat dilihat di sini
 
Demikian semoga bermanfaat.

Share this on : TwitterFacebookGoogle+

10 Responses to Teknik dasar Pemotretan Bag. 2 ▼

  • waah..lengkap boos..
    aku pensiun

    Reply
    • Avatar Image
      Admin

      Jo ngono to mas Rip, gaweke barengan ae ben rodho gampang, aku yo butuh njenengan hehehe 😀

      Reply
  • iya, kakak ^_^
    …….. saya kemari untuk silaturahmi 🙂
    terimakasih sudah berkunjung balik

    Reply
    • Avatar Image
      Admin

      Sama-sama dhek Yayu, sesama blogger kan sebaiknya menjaga silaturahim yg baik ya… 😀 Terima kasih juga dhek Yayu sudah berkunjung kembali, salam sejahtera dan sukses selalu ya dhek 🙂

      Reply
      • Heheheheee…..
        alhamdulillah, yayu masih ada waktu tuk mempererat tali silaturahmi nih 🙂
        semoga tetep bisa silaturahmi, meski hanya didunia maya 😀

        Reply
        • Avatar Image
          Admin

          Terima kasih dhek Yayu masih mau mengikat tali silaturahim dengan kami, semoga menjadi barokah. Amin. 😀 🙂

          Reply
  • HaYyyy kakak!!!!
    yayu datang lagi ^_^
    ngasih kabar kalau dikampung keluarga baik-baik saja, kabar keluarga kakak bagaimana?

    hMmmmm -_-”
    belajar potografer ternyata sulit ya? hehehe

    Reply
    • Avatar Image
      Admin

      Hay juga dhek Yayu… 🙂 Terima kasih kalau dhek Yayu dan keluarga baik-baik selalu. BTW Belajar jadi photographer gak sulit kok !, asal rajin, ulet dan berkomitmen terhadap dunia photography pasti deh dhek Yayu cepet bisa dan lebih pinter dari kami. Thanks ya sudah berkunjung dan memberikan apresiasi buat kami. Salam bwt keluarga 😀

      Reply
  • terima kasih bang info nya sangat bermanfaat, saya masih newbie dalam potografi, baru megang kamera nikon 7 bulan. artikel nya bisa membantu saya.

    Reply
    • Avatar Image
      Admin

      Hello sobat Dimas, kita sama-sama belajar sob, kamipun masih sangat banyak kekurangannya. Terima kasih kunjungan dan apresiasinya, sukses selalu 😀

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Checked to confirm * 

Recent Posts

Kamera DSLR paling aneh dan unik di dunia

Kamera DSLR paling aneh dan unik di duniaBerbagai inovasi pada kamera digital terus-menerus dilakukan oleh berbagai kalangan, baik yang dilakukan oleh ... Selengkapnya

Tips fotografi keluarga

Tips fotografi keluargaBiasanya keadaan paling sulit yang dirasakan seorang fotografer, adalah ketika ia diminta untuk melakukan ... Selengkapnya

10 Kamera ponsel terbaik 2016

10 Kamera ponsel terbaik 2016Kembali kami meng-update artikel tentang Kamera Ponsel yang masuk dalam kategori terbaik untuk tahun ... Selengkapnya

UV Filter lensa kamera DSLR

UV Filter lensa kamera DSLRSering timbul pertanyaan diantara pehobi fotografi, terutama pehobi fotografi pemula, apakah lensa kamera DSLR ... Selengkapnya

7 Latihan fotografi praktis sehari-hari

7 Latihan fotografi praktis sehari-hariPepatah mengatakan, "Bisa karena biasa" atau kata istilah orang kulon "Practice makes more perfect" ... Selengkapnya

Kereta Merdeka atau Mati

Kereta Merdeka atau MatiPada jaman perjuangan fisik melawan para penjajah negri tercinta ini, dikenal sebuah sebutan Kereta ... Selengkapnya

15 Drone murah untuk pemula

15 Drone murah untuk pemuladunia fotografi dan videografi saat ini tengah menggandrungi sebuah alat bantu baru super canggih ... Selengkapnya

10 Kamera ponsel terbaik 2015 Eps.2

10 Kamera ponsel terbaik 2015 Eps.2Berbagai inovasi tak henti-hentinya dilakukan oleh berbagai produsen ponsel / hp / smartphone untuk ... Selengkapnya

Kamera kompak-saku terbaik 2015

Kamera kompak-saku terbaik 2015Kamera kompak-saku (compact-pocket camera) memang merupakan kamera yang serbaguna, ringan dan praktis untuk digunakan ... Selengkapnya

Jakarta di waktu malam

Jakarta di waktu malamPada kesempatan kali ini saya mencoba menampilkan karya foto yang sedikit berbeda dalam pengambilannya. ... Selengkapnya

10 Kamera ponsel terbaik 2015

10 Kamera ponsel terbaik 2015Sahabat BP. Berbagai jenis dan merk ponsel / hp / smartphone yang dilengkapi dengan ... Selengkapnya

10 fotografer terkaya di dunia

10 fotografer terkaya di duniaSahabat BP yang berbahagia. Dalam rangka menjelang detik-detik menyambut Tahun Baru 2015, kami hadirkan ... Selengkapnya